Shares

Dalam operasional manufaktur, inventory adalah “uang menganggur” yang harus bekerja. Masalahnya, banyak perusahaan sudah memakai ERP, tetapi tetap mengalami dua hal yang paling mahal: overstock yang menahan cashflow dan stockout yang menggerus service level. Akar masalahnya sering bukan pada proses pembelian semata, melainkan pada satu titik krusial: akurasi demand forecast dan akurasi parameter replenishment seperti min, max, dan safety stock.

Epicor Kinetic pada dasarnya mampu menjalankan replenishment berbasis kebijakan inventory dan akan memberikan order suggestion harian. Namun kualitas rekomendasinya sangat bergantung pada input yang dipakai. Ketika forecast tidak representatif, atau parameter min/max/safety jarang dikalibrasi, sistem akan menghasilkan saran order yang “kelihatan pintar” tetapi tidak presisi. Dampaknya, tim buyer akhirnya tidak percaya pada sistem dan kembali ke cara lama: spreadsheet dan keputusan insting.

Di sinilah Epicor IP&O berperan sebagai extension yang sangat strategis. Epicor IP&O memperkuat Kinetic pada area yang paling menentukan hasil, yaitu demand forecasting dan inventory policy optimization, sehingga order suggestion yang dieksekusi di Kinetic menjadi lebih tepat waktu dan tepat kuantitas.

Untuk pasar Indonesia, Kano (KANO) memposisikan solusi ini sebagai langkah “high impact” untuk perusahaan manufaktur yang ingin menurunkan biaya inventory tanpa mengorbankan ketersediaan barang.


Tantangan Umum di Min/Max dan Forecasting yang Membuat Inventory Tidak Sehat

Secara praktik, kebijakan min/max/safety sering gagal bukan karena konsepnya salah, tetapi karena eksekusinya tidak konsisten.

Banyak organisasi memakai rata-rata demand harian untuk menentukan policy. Pendekatan ini mudah dipahami, tetapi sering mengabaikan pola seasonality, tren, dan variabilitas supply maupun demand. Di sisi lain, forecast sering disusun di luar sistem, lalu diimpor secara periodik. Jika proses ini jarang dilakukan, policy menjadi “set and forget”, dan evaluasi baru dilakukan saat order point sudah terlewati. Pada momen itu, Anda sudah terlambat. Biasanya yang terjadi adalah expedite yang mahal atau penumpukan barang yang tidak perlu.

Ketika spreadsheet menjadi sumber utama pengambilan keputusan, risiko bertambah: policy decisions menjadi tidak transparan bagi organisasi lain, governance lemah, dan perbaikan sulit distandarkan lintas item dan lintas site.


Apa yang Epicor IP&O Tambahkan di Atas Epicor Kinetic

Epicor IP&O dibuat khusus untuk dua pekerjaan yang paling sulit tetapi paling menentukan.

Pertama, IP&O menghasilkan demand forecast yang lebih “berniat”, karena mampu menangkap tren dan seasonality tanpa harus mengandalkan konfigurasi manual yang rumit. Untuk item dengan demand intermittent, IP&O menggunakan pendekatan statistik dan probabilistik yang lebih sesuai dibanding rule-of-thumb.

Kedua, IP&O mengotomasi recalibration untuk inventory policy. Safety stock tidak hanya berdasarkan angka rata-rata, tetapi mempertimbangkan demand dan supply variability, kondisi bisnis, serta prioritas item. Ini penting karena dua item dengan average demand yang sama bisa membutuhkan safety stock yang sangat berbeda.

Ketiga, IP&O memungkinkan service-level driven planning. Artinya, organisasi bisa merumuskan target service level yang realistis, lalu melihat konsekuensi inventory spend yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut. Ini mengubah diskusi inventory dari “feeling” menjadi trade-off yang terukur.

Keempat, IP&O mendukung what-if scenario, sehingga tim supply chain dapat menguji strategi sebelum dieksekusi, termasuk skenario commodity buying dengan horizon forecasting yang lebih panjang.

Yang membuatnya relevan sebagai extension adalah integrasi dua arah dengan Kinetic. Dengan model ini, IP&O melakukan perhitungan forecast dan policy, lalu Kinetic tetap menjadi sistem eksekusi untuk order suggestion dan proses purchasing yang sudah berjalan.


Batasan yang Perlu Dipahami agar Ekspektasi Tepat

Epicor IP&O bukan pengganti ERP, dan itu justru desain yang sehat.

IP&O tidak bertujuan untuk merencanakan kapasitas produksi, tidak menyusun daily ordering schedule detail, tidak membuat purchase order secara langsung, dan tidak menggantikan fungsi buyer workbench. IP&O bekerja “sedikit berjarak” dari ERP agar organisasi bisa menjalankan hasil optimasinya melalui proses eksekusi standar di Kinetic. Dengan kata lain, IP&O membuat input Anda benar, Kinetic menjalankan eksekusinya.


Dampak Finansial yang Biasanya Paling Terasa

Jika inventory management Anda selama ini reaktif, dampak paling cepat biasanya terlihat pada dua KPI: inventory reduction dan service level improvement.

Secara operasional, ketika forecast lebih akurat dan policy lebih sering dikalibrasi, overstock turun karena order suggestion tidak lagi “kebanyakan buffer”. Pada saat yang sama, stockout turun karena safety stock lebih presisi, bukan sekadar kelipatan rata-rata. Banyak organisasi menargetkan penurunan inventory yang signifikan sekaligus kenaikan service level, karena keputusan inventory menjadi risk-adjusted, bukan sekadar menambah stok “biar aman”.


Pendekatan Kano agar Implementasi Cepat Go-Value

Agar hasilnya konkret, Kano biasanya menjalankan pendekatan bertahap yang pragmatis.

Tahap pertama adalah inventory policy governance. Ini mencakup standardisasi definisi min/max/safety, segmentasi item (misalnya A/B/C atau service criticality), dan penentuan target service level yang realistis.

Tahap kedua adalah demand forecasting enablement. Fokusnya memastikan data demand bersih, horizon forecasting sesuai siklus bisnis, dan pola demand yang intermittent diperlakukan dengan metode yang tepat.

Tahap ketiga adalah integrasi dan operational adoption. Output dari IP&O harus benar-benar masuk ke Kinetic dan dipakai oleh buyer, bukan berhenti di dashboard. Di sinilah SOP, role clarity, dan ritme review berkala menjadi penentu.


Jika Anda memakai Epicor Kinetic dan ingin menghentikan siklus “overstock vs stockout” yang berulang, Epicor IP&O adalah opsi yang sangat strategis karena langsung menyasar akar masalah: kualitas forecast dan kualitas inventory policy. Ini bukan kosmetik, ini leverage.

Untuk assessment singkat, blueprint, dan roadmap implementasi inventory optimization terintegrasi Epicor dengan Kinetic, tim Kano siap membantu sebagai konsultan Epicor Indonesia.

Shares